Grab
Grab
Grabe Grabe Grabe

Baje Parodo, Oleh-oleh Toraja yang Bertahan di Tengah Modernisasi

banner 120x600
banner 468x60

Toraja Blog – Di tengah derasnya arus modernisasi dan menjamurnya aneka oleh-oleh kekinian, Baje Parodo masih tetap menjadi primadona di hati masyarakat Toraja maupun wisatawan. Camilan tradisional ini terbuat dari bahan-bahan sederhana seperti ketan, kelapa, dan gula merah, lalu dibungkus dengan kertas nasi yang memberi sentuhan khas tradisi masa lalu.

9 Oleh-oleh Khas Toraja yang Banyak Dicari, Jangan Terlewat! | IDN Times  Sulsel
Baje Parodo, Oleh-oleh Toraja yang Bertahan di Tengah Modernisasi

Kehadiran Baje Parodo seakan menjadi simbol keteguhan masyarakat Toraja dalam menjaga warisan kuliner leluhur. Meski tampil sederhana, cita rasa manis legit dan aroma khas kelapa membuatnya sulit tergantikan oleh camilan modern.

banner 325x300

Warung Keluarga di Parodo

Salah satu tempat yang masih konsisten menghadirkan Baje Parodo adalah sebuah warung sederhana milik Adriani Turu’ Allo. Warung ini berdiri di kawasan Parodo, tepat di tepi Jalan Poros Makale–Seseng, Kecamatan Bittuang, Tana Toraja. Lokasi ini kerap menjadi persinggahan bagi para pelancong maupun warga lokal yang hendak membeli oleh-oleh untuk keluarga.

Adriani menjelaskan bahwa usaha keluarganya telah berjalan turun-temurun. “Dari dulu, Baje Parodo ini jadi andalan keluarga kami. Orang datang ke sini, selain membeli untuk oleh-oleh, juga karena ingin bernostalgia dengan cita rasa asli Toraja,” ungkapnya.

Baca Juga : BUMDes Lembang Bau Tana Toraja Bisnis Ayam Petelur untuk Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Simbol Kebersahajaan dan Identitas

Baje Parodo bukan hanya sekadar camilan, melainkan juga bagian dari identitas budaya Toraja. Proses pembuatannya yang masih tradisional menegaskan nilai kebersahajaan serta penghormatan terhadap warisan leluhur. Setiap bungkus baje menghadirkan rasa kebersamaan, sebab camilan ini sering dijadikan suguhan dalam acara keluarga, pertemuan adat, hingga menjadi hantaran khas saat bepergian.

Meski banyak oleh-oleh modern yang tampil dengan kemasan mewah dan cita rasa variatif, Baje Parodo tetap bertahan dengan keunikannya. Justru kesederhanaannya itulah yang menjadi daya tarik, karena memberi pengalaman autentik bagi siapa saja yang mencicipinya.

Bertahan di Tengah Perubahan

Ke depan, Baje Parodo diharapkan tidak hanya bertahan sebagai camilan lokal, tetapi juga bisa lebih dikenal secara luas sebagai bagian dari kekayaan kuliner Nusantara. Upaya pelestarian melalui promosi wisata, dukungan pemerintah daerah, dan semangat para pelaku usaha kecil seperti Adriani, menjadi kunci agar Baje Parodo tetap lestari di tengah gempuran produk modern.

Dengan cita rasa yang khas, sejarah panjang, dan nilai budaya yang melekat, Baje Parodo telah membuktikan dirinya sebagai oleh-oleh Toraja yang bukan sekadar camilan, melainkan simbol ketahanan tradisi di era modern.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *